News

Jumat, 04 Agustus 2006

Seminar
Penelitian Geologi Kebencanaan Kecil Porsinya

Yogyakarta, Kompas – Pendidikan geologi yang mengarah pada penelitian mengenai kebencanaan di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Sampai saat ini penelitian mengenai kebencanaan masih kalah banyak dibandingkan dengan penelitian masalah geologi yang lain.

Demikian dikatakan Danny H Natawidjaja, peneliti dari Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, di sela pembukaan “The 8th Field Wise Seminar on Geological Engineering Field and the 3rd International Symposium and Exhibition on Earth Resources and Geological Engginering Education” di Hotel Mercure, Yogyakarta, Kamis (3/8). Peserta adalah mereka yang berelasi dengan geologi, termasuk dari beberapa negara di Asia.

Danny menyatakan, pendidikan geologi yang ada di universitas di Indonesia sebagian besar masih bertitik berat pada minyak dan mineral. Hanya Universitas Gadjah Mada yang mengarah pada engineering geology.

Danny menyinggung penelitian mengenai gempa yang berakibat pada tsunami masih cukup kecil, bahkan bisa dibilang tidak ada. Selain lapangan kerja yang berkaitan dengan bencana yang belum begitu jelas, terbatasnya dana penelitian ikut menjadi kendala.

Ketua Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM Dwikorita Karnawati mengatakan, penelitian mengenai kebencanaan memang harus dipikirkan bersama hingga tahun 2015, yaitu dengan membangun budaya siap bencana.

Menurut dia, ada dua sisi ketika membicarakan geologi, yaitu sumber daya dan bencana. Kalau membicarakan bencana, pasti juga ada sumber daya. “Nah, kita punya jaringan pendidikan untuk tingkat Asia dibantu Jepang. Rencananya, ini akan dikembangkan untuk tingkat Eropa dan Amerika. Kita akan ajak mereka bergandengan. Kalau sendiri- sendiri akan sulit. Jadi harus kita siapkan model pendidikannya, terutama untuk perguruan tinggi,” ujarnya.

Dosen Jurusan Teknik Geologi UGM, Agung Harijoko, menuturkan, penelitian mengenai kebencanaan sudah dilakukan, namun perlu ditingkatkan, khususnya untuk efektivitas dan meminimalkan jumlah korban.

“Penelitian kebencanaan sudah menunjukkan peningkatan. Selain ada organisasi profesi yang mendukung, dari pemerintah juga ada bidang geologi yang mengurusi mitigasi bencana. Hanya saja yang kurang adalah adanya sinergi dan saling bertukar informasi,” katanya. (WER) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: