Arsip untuk 'GIS'Kategori

Membangun Situs Webmapping

September 16, 2006
Membangun Situs Webmapping Cetak E-mail
Oleh Tri Agus Prayitno

Pengantar

Dengan makin berkembangnya teknologi dan penggunaannya di kalangan masyarakat luas, internet makin menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Mencari informasi, membaca berita, berkomunikasi dengan email atau secara real-time dengan chatting, atau berdiskusi lewat mailing list merupakan contoh hal-hal yang sering dilakukan orang dengan internet. Media ini ternyata juga bisa dimanfaatkan para geograf untuk mempublikasi ide-ide mereka dengan web mapping, bahkan penyajian melalui internet mempunyai target yang lebih luas dibanding cara-cara tradisional seperti seminar, buku atau jenis presentasi lainnya, karena bisa diakses siapa saja, di mana saja dan kapan saja selama bisa terhubung ke internet.

Sebelum lebih jauh membahas web mapping, penulis membatasi pengertian web mapping menjadi :

  1. Secara harfiah web mapping berarti pemetaan internet, tetapi bukan memetakan internet, dan tidak berarti hanya menampilkan peta (yang berupa gambar statis) ke dalam sebuah situs internet. Jika hanya menampilkan peta statis pada sebuah situs maka tidak ada perbedaan antara web mapping dengan peta yang ada pada media tradisional lainnya.
  2. Web mapping bukanlah memindahkan aplikasi SIG desktop ke dalam bentuk web-based walaupun memungkinkan untuk itu. Pengguna internet berasal dari berbagai kalangan dengan berbagai kemampuan atas SIG, dari yang tidak tahu sampai ahli.
  3. Web mapping memanfaatkan fungsi interaktivitas yang ada pada aplikasi SIG ke dalam bentuk web.

Pendahuluan

Untuk membuat web mapping, maka yang harus diperhatikan sebelumnya adalah:

1. Untuk apa dan bagaimana web mapping itu dibuat.
- Menampilkan peta dengan kemampuan interaksi sederhana, seperti perbesaran, perkecilan dan pergeseran gambar.
- Media untuk sharing, peta bisa di-download untuk kemudian diedit (manipulasi) sesuai dengan kebutuhan.
- Menampilkan dengan kemampuan interaktivitas yang lebih banyak, misalnya menghitung jarak antara dua titik, atau membuat rute dari sebuah titik (awal) ke titik lain (tujuan) melalui jaringan jalan yang ada (MapQuest menyajikan dengan baik fasilitas ini).
- Memindahkan aplikasi SIG desktop ke program SIG berbasis client-server melalui browser internet, walau sebelumnya disebutkan ini tidak termasuk web mapping, tetapi secara teknis hal ini dimungkinkan, dan merupakan web mapping lanjutan.
2. Untuk siapa ditujukannya.
- Untuk masyarakat luas.
- Untuk praktisi.
3. Berapa anggaran yang dimiliki.

Menyajikan Peta Melalui Internet

Walaupun bukan satu-satunya cara, peta tetap menjadi alat yang efektif bagi geograf untuk menyampaikan pikirannya. Sebagai contoh, presentasi sebuah mata kuliah disajikan dengan baik oleh Andreas Neumann.

Web mapping bisa dibuat sebagai perangkat pengawasan (monitoring) sebuah pelaksanaan pekerjaan/proyek, khususnya yang menyangkut masalah ruang. Jika dihubungkan dengan sebuah database yang selalu up-to-date atau real-time, web mapping juga bisa menjadi informasi yang bagus bagi masyarakat luas, misalnya peta informasi kemacetan jalan yang ditampilkan di situs CBN CyberMap, atau yang menampilkan informasi cuaca seperti di Weather Underground.

Tetapi peta bukan hanya milik geograf. Kecenderungan penyajian peta melalui internet pun makin bertambah. Di beberapa negara bahkan peta yang dipublikasi lewat internet bisa dilihat melalui alat yang bisa dibawa kemana-mana (portable) yang memiliki kemampuan GPS sehingga bisa dijadikan panduan untuk bepergian (DashPC).

Peta (web mapping) juga bisa menjadi menjadi alat promosi bagi dunia usaha, bahkan sebagai alat usaha itu sendiri. Pada sebuah situs web mapping bisa dimasukkan lokasi-lokasi perusahaan misalnya, sehingga konsumen atau calon konsumen bisa melihat dimana mereka bisa mendapatkan yang mereka yang dekat dengan mereka.

Satu keunggulan web mapping dibanding peta konvensional adalah interaktivitas. Peta yang ditampilkan bisa menjadi dinamis menurut besaran, lokasi/arah, waktu, sekala dan tema. Pengunjung bisa memilih sendiri informasi apa yang ingin mereka lihat, dan menampilkannya secara bersamaan. Beberapa situs web mapping bahkan memasukkan fungsi analisis seperti menghitung jarak, membuat rute, pengelompokan data dan sebagainya.

Pemilihan Teknologi

Ada dua kategori besar cara penyajian peta melalui internet, yaitu dengan :

  1. Mengikuti program yang sediakan pihak lain (ASP, Application Service Provider).

Adalah cara tercepat menyajikan peta pada situs internet. Kini banyak penyedia jasa ini, bahkan sudah ada perusahaan di Indonesia yang melakukannya. Bagian ini tidak dibahas lebih lanjut.

  1. Mengembangkan sendiri.

Untuk mengembangkan sendiri web mapping sangat terkait pada anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki. Pilihan teknologi untuk mengembangkan sendiri juga sangat banyak, mulai dari yang sederhana dan gratis, sampai yang rumit dan mahal, atau membuat teknologi sendiri. Tetapi tidak selamanya yang gratis atau murah itu sederhana dan yang mahal itu rumit.

Salah satu keuntungan mengembangkan web mapping sendiri adalah ketersediaan untuk memperbaharui (updating) data kapan saja, dan bahkan bisa terus meningkatkan kemampuan web mapping yang sudah ada (upgrading). Keuntungan lainnya adalah bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri (customizable).

Data Vektor atau Raster?
Peta yang ditampilkan bisa salah satu dari keduanya. Jika tujuan pembuatan web mapping adalah sebagai sharing data, sehingga pengunjung bisa men-download peta yang bisa diedit dengan software SIG , maka pilihannya adalah pada data vektor. Saat ini OpenGIS® Consortium (konsorsium internasional untuk pengembangan SIG terbuka) sedang mengembangkan Geography Markup Language (GML), satu standar format data vektor bereferensi geografis dengan basis XML (eXtensible Markup Language). Untuk membuat peta dari GML dibutuhkan penerjemah grafis dari elemen-elemen GML itu, salah satunya, dan yang banyak digunakan adalah Scalable Vector Graphic (SVG). Keunggulan format ini adalah akurasi data tetap terjaga walaupun peta diperbesar beberapa kali.

Dari banyak teknologi (software) web mapping yang ada, sebagian besar menampilkan peta dalam bentuk gambar raster. Di belakang layar, data vektor tetap digunakan, dan saat pengunjung menginginkan peta pada satu wilayah tertentu, program akan membuat dan menampilkan peta yang diinginkan itu. Keunggulan dengan cara ini adalah lebih cepat, karena besarnya data (yang diterima pengunjung) akan relatif tetap, dibandingkan dengan data vektor yang jika menampilkan data dengan cakupan wilayah luas dan datanya besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengambil data akan semakin lambat (kecepatan pengambilan data berbanding lurus dengan besarnya data).

Dukungan Database
Menampilkan peta pada prinsipnya adalah menampilkan data, selain kemampuan menampilkan data spatial, software yang digunakan juga harus mendukung data-data atribut yang menyertai data spatial. Jika web mapping dibuat untuk menampilkan data yang kontinyu maka dibutuhkan dukungan database yang baik, kemampuan memperbarui data (updating) dan sebagainya. Jika interaktivitas menjadi hal penting, maka dukungan database yang bisa melakukan pencarian atas atau berdasarkan fitur keruangan mutlak diperlukan.

Kecepatan Akses
Pengunjung internet berasal dari berbagai kalangan, dengan berbagai jenis sistem koneksi untuk menghubungkan komputer mereka dengan jaringan internet. Seorang pengunjung mungkin akan bisa mengakses sebuah situs web mapping dengan cepat, tetapi pengunjung lainnya mungkin akan merasa sangat lama. Kecepatan akses ini tergantung pada jenis software yang digunakan, jenis/kualitas koneksi yang dimiliki server web mapping itu dan jenis/kualitas koneksi yang digunakan pengunjung saat mengakses situs web mapping. Beberapa software mengharuskan pengunjung untuk men-download satu atau lebih plug-ins (tambahan fungsi pada browser untuk menjelajah internet), software lain juga menggunakan program berbasis java (applets). Keharusan-keharusan itu akan menambah waktu akses sehingga menjadi lebih lama.

Kartografi
Supaya ide-ide yang ingin dipublikasikan bisa sampai ke pengunjung, maka peta harus dibuat semenarik mungkin dan tidak membingungkan. Di sini kartografi memegang peranan yang sangat penting. Aplikasi kartografi pada peta untuk internet mungkin akan berbeda dibandingkan dengan kartografi untuk peta konvensional pada kertas.

Software Web Mapping
Berikut adalah daftar produk web mapping atau SIG yang bisa diintegrasikan dengan web (dari web-mapper.com) :

Tabel-tabel berikut mencoba membandingkan sebagian software web mapping yang ada: Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, (sumber: Geoplace).

Situs Web Mapping

Di Indonesia, masih sedikit situs yang menjalankan web mapping, daftar berikut diambil dari Direktori GIS Indonesia di situs ini, yaitu :

Sedangkan situs-situs web mapping luar negeri sangat banyak, selain dari daftar software di atas (biasanya software tersebut menampilkan contoh web mapping yang menggunakan software buatan mereka), situs-situs web mapping luar negeri bisa dilihat di Geoplace, Geocomm, dan sebagainya.

Kendala

  1. Tingkat penggunaan internet.
    Walau memiliki kecenderungan meningkat, penggunaan internet di Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk, dan masih terpusat di kota-kota besar (APJII).
  2. Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
    Penggunaan internet sangat tergantung pada infastruktur telekomunikasi. Monopoli telekomunikasi yang menjadikan biaya tinggi dibandingkan tingkat pendapatan rata-rata penduduk Indonesia. Belum lagi buruknya kualitas infrastruktur itu.
  3. Data dasar.
    Belum semua wilayah di Indonesia sudah terpetakan, dan dari yang sudah terpetakan belum semuanya ada dalam format digital. Pemerintah pun masih menanggap peta sebagai rahasia negara, sehingga distribusi menjadi sulit, padahal pihak lain (baca: luar negeri) dengan teknologi yang mereka miliki bisa mengambil (hampir) semua wilayah di Indonesia lewat satelit. Bahkan sebuah perusahaan di Inggris pernah menjual foto udara instalasi rahasia negara itu kepada umum (detik.com).

Referensi dan Link

sumber : http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/membangun_situs_webmapping

Sistem Komputer untuk SIG

Agustus 20, 2006

Sistem komputer biasanya terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

a. Perangkat Keras
Terdiri dari beberapa komponen.
Central processing unit (CPU)
CPU menjalankan program komputer dan mengendalikan operasi seluruh komponen.
Biasanya digunakan CPU untuk komputer pribadi (PC/personal computer), atau work station pada sebuah jaringan komputer.

Memory
Memory Utama:
adalah bagian paling esensi pada komputer seluruh data dan program berada pada memori utama untuk akses yang lebih cepat. Dibutuhkan setidaknya memori berkapasitas 64 MB untuk SIG berbasis PC.

Memory Tambahan: digunakan data berukuran besar baik permanen maupun semi-permanen, dengan akses lebih rendah dibanding memori utama. Dikenal juga sebagai media penyimpanan data, seperti harddisk, disket (floppy disk), pita magnetis atau cakram padat optis (CD-ROM). Untuk harddisk dibutuhkan setidaknya yang berkapasitas 1 GB.

Alat Tambahan (Peripherals)
Alat Masukan (Input Devices) : key board, mouse, digitizers, pemindai (scanner), kamera digital, workstation fotogrametris digital.

Alat Keluaran (Output devices) : monitor berwarna, printer, plotter berwarna, perekam film, dll.

Contoh-contoh komponen perangkat keras SIG diperlihatkan pada Gambar 1.5.

b. Perangkat Lunak
Terdiri atas sistem operasi, compiler dan program aplikasi.

Sistem Operasi (Operating System / OS) : mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi.
Untuk PC : MS-DOS (IBM PCs) dan WINDOWS adalah sistem operasi yang banyak digunakan.
Untuk Workstation : UNIX dan VMS adalah OS yang dominan.

Compiler : menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa komputer pada kode mesin sehingga CPU mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. Bahasa kompiler yang biasa digunakan adalah C, Pascal, FORTRAN, BASIC, dll.

Program Aplikasi : Kini, banyak vendor (perusahaan pembuat software) menyediakan software SIG seperti pada daftar dalam Tabel 1.3.

sumber :  http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/bab_i_gis_workbook_vol_i_pengantar_gis_4

Yang Diharapkan dari SIG

Agustus 20, 2006

SIG diharapkan mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut :

  • What is at……? (pertanyaan lokasional ; apa yang terdapat pada lokasi tertentu)
  • Where is it…..? (pertanyaan kondisional ; lokasi apa yang mendukung untuk kondisi/fenomena tertentu)
  • How has it changed……..? (pertanyaan kecenerungan ; mengidentifikasi kecenderungan atau peristiwa yang terjadi)
  • Which data are related ……..? (pertanyaan hubungan ; menganalisis hubungan keruangan antar objek dalam kenampakan geografis)
  • What if…….? (pertanyaan berbasiskan model ; komputer dan monitor dalam kondisi optimal, kecocokan lahan, resiko terhadap bencana, dll. berdasar pada model)

Gambar 1.4 menjelaskan contoh sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh SIG.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, berikut adalah daftar yang harus dipenuhi oleh SIG (lihat Tabel 1.2)

- pengambilan data dan pra-pengolahan
- manajemen basis data, penyimpanan dan pengambilan data
- pengukuran dan analisis keruangan spatial
- output grafis dan visualisasi

sumber : http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/bab_i_gis_workbook_vol_i_pengantar_gis_3

Kenapa SIG Dibutuhkan ?

Agustus 20, 2006

Berikut adalah alasan dibutuhkannya SIG.
- penanganan data geospatial sangat buruk
- peta dan statistik sangat cepat kadaluarsa
- data dan informasi sering tidak akurat
- tidak ada pelayanan penyediaan data
- tidak ada pertukaran data

Dan begitu SIG diterapkan, didapat keuntungan berikut.
- penanganan data geospatial menjadi lebih baik dalam format baku
- revisi dan pemutakhiran data menjadi lebih mudah
- data geospatial dan informasi lebih mudah dicari, dianalisis dan direpresentasikan
- menjadi produk bernilai tambah
- data geospatial dapat dipertukarkan
- produktivitas staf meningkat dan lebih efisien
- penghematan waktu dan biaya
- keputusan yang akan diambil menjadi lebih baik

Tabel 1.1 memperlihatikan kelebihan SIG dan kekurangan pekerjaan manual tanpa SIG.

Gambar 1.3 memperlihatkan perbandingan manajemen informasi spatial dengan dan tanpa SIG.

sumber : http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/bab_i_gis_workbook_vol_i_pengantar_gis_2

Pengantar GIS

Agustus 20, 2006

1.1. Pengertian GIS/SIG

Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.

Komponen utama SIG adalah sistem komputer, data geospatial dan pengguna, seperti diperlihatkan pada Gambar 1.1.

Sistem komputer untuk SIG terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling), dan penayangan data geospatial.

Sumber-sumber data geospatial adalah peta digital, foto udara, citra satelit, tabel statistik dan dokumen lain yang berhubungan.

Data geospatial dibedakan menjadi data grafis (stau disebut juga data geometris) dan data atribut (data tematik), lihat Gambar 1.2. Data grafis mempunyai tiga elemen : titik (node), garis (arc) dan luasan (poligon) dalam bentuk vector ataupun raster yang mewakili geometri topologi, ukuran, bentuk, posisi dan arah.

Fungsi pengguna adalah untuk memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, membuat jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diinginkan dan merencanakan aplikasi.

sumber : http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/bab_i_gis_workbook_vol_i_pengantar_gis